Warga Bantah Setuju Pemasangan Listrik

PESANGGARAN-Klaim PT BSI yang menyebut pemasangan jaringan listrik PLN telah disetujui warga, ternyata ditentang oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang emas Gunung Tumpang Pitu Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Penolakan pemasangan jaringan itu, itu dilakukan dengan aksi yang digelar pada Sabtu sore (18/3). Mereka juga mengirim release yang ditandatangani, Yogi Turnando, Armi, dan Taufiq dari  FNKSDA Banyuwangi.

Dalam release yang dikirim ke Jawa Pos Radar Genteng, aksi yang digelar pada Sabtu sore (18/3), itu bukti kalau mereka tidak pernah sepakat dengan pembangunan jaringan listrik untuk perusahaan tambang di Gunung Tumpang Pitu. “Kami menghentikan aksi bukan karena sepakat dengan perusahaan, tapi karena diintimidasi oleh keamanan,” cetus Yogi, Armi, dan Taufiq dalam relesenya.

Penolakan warga atas tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, itu telah berlangsung sejak 2008. Namun puluhan unjuk rasa warga, tidak membuat pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat menghentikan atau mencabut izin usaha pertambangan. Pemerintah lebih berpihak memfasilitasi kepentingan perusahaan tambang daripada melindungi keselamatan warga dari bahaya tambang, seperti ancaman limbah sianida dan ancaman krisis air.

Sementra itu, Kapolsek Pesanggaran AKP Sudarsono saat dikonfirmasi terkait aksi warga itu menyatakan memang ada aksi pada Sabtu sore. “ Ya ada aksi, Mas, ini tadi saya balik kanan dari sana,” jelasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, setelah sempat dihadang oleh warga, pembangunan jaringan listrik PLN menuju kawasan tambang emas PT BSI di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, akhirnya tuntas dikerjakan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar