SMA Muhammadiyah 2 Genteng Teliti Adat Oseng

BANYUWANGI-Para siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng, menggelar penelitian ke desa adat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Dalam kegiatan itu, para siswa jurusan bahasa ini mempelajari aneka budaya dan adat, Sabtu (18/3).

Acara yang berlangsung dua hari itu, para siswa ini membaur dengan masyarakat adat yang ada di Desa Kemiren. “kegiatan yang kami lakukan di Desa Kemiren ini merupakan program tahunan,” cetus Rivan Ardi, guru pembimbing SMA Muhammadiyah 2 Genteng.

Selama berada di desa adat itu, terang dia, para siswa diperkenalkan dengan adat dan budaya yang menjadi kearifan lokal. Selain itu, juga untuk pelestarian enam institusi sosial, mulai sistem religi, ekonomi, mata pencarian, sistem kesenian, bahasa dialek, peralatan hidup, dan sistem pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Kemiren. “Siswa tidak hanya di beri materi di sekolah, tapi juga diperkenalkan langsung,” ujarnya.

Dengan kegiatan yang digelar ini, sekolah berharap para siswa bisa merasakan kehidupan khas yang ada di Desa Kemiren. Selama ini, para siswa hidup di perkotaan yang jarang bisa bersentuhan langsung dengan budaya lokal asli Banyuwangi.  “Kegiatan ini kami juga untuk mempertahankan bahasa,” tambah Febri Setiawan, guru pembimbing SMA Muhammadiyah 2 Genteng lainnya.

Menurut Febri, semakin tahun bahasa banyak yang tergerus, khususnya dialek bahasa daerah seperti Oseng, atau bahasa nasional. “Contohnya kalau bahasa Indonesia itu kata iya sering diganti dengan kata oke,” terangnya seraya menyampaikan kalau itu dibiarkan bahasa baku yang ada akan terkikis dan hilang.(adv/abi)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar