Bedah Buku, Picu Gemar Baca Dan Tulis
BERITA TERKAIT

SITUBONDO- Geliat budaya baca dan tulis Situbondo nampaknya terus berkembang. Sejumlah perwakilan sekolah menengah atas (SMA) bersama pegiat baca dan tulis Situbondo melakukan bedah buku di Aula Perpustakaan Daerah (Perpusda) kemarin (15/3) Pegiat baca Imam Sufyan, mengatakan membaca dapat membuka dan memperbaharui cara berfikir manusia. Sehingga manusia lebih mudah untuk menerima masukan dan kritikan dari lingkungan sekitarnya. “Akibatnya pemikiran akan lebih maju. Dan berujung pada kemajuan Situbondo itu sendiri,” jelasnya.Imam mengatakan minat baca masyarakat Situbondo secara umum bisa dibilang rendah. Rendah karena keterbatasan buku yang ada. Bukan hanya desa sajam namun warga perkotaan juga tak sedikit yang malas untuk membaca. “Dengan bedah buku dan pelatihan menulis cerpen ini diharapkan dapat memantik semangat baca tulis adik-adik sekolah. Dengan harapan dapat menular ke teman lainnya yang tidak turut hadir dalam acara ini,” jelasnya.Pegiat penulis cerita pendek (cerpen) Imron Sadewo, mengatakan melalui sebuah tulisan dapat mengangkat budaya dan sejarah Situbondo. Sekaligus memperkenalkan penulis-penulis asli Situbondo. Selama ini masih jarang tulisan penulis Situbondo yang sampai dipublikasikan ke media, hanya ada beberapa saja. “Adanya momentum ini diharapkan dapat membangkitkan semangat penulis muda untuk terus berkarya,” tandasnya.Siswi MTS Jauharul Ulum, Juma’ati, mengungkapkan senang dapat mengikuti bedah buku tersebut. Menurutnya acara itu sangat bermanfaat baginya, terlebih lagi saat diskusi terkait teknik penulisan cerpen yang baik dan menarik. “Selama ini kalau menulis cerpen masih bingung dengan penentuan alurnya. Tapi sekarang sudah jelas, dan ingin segera menulis,” tandasnya ceria.Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Indar Siswanto melalui Kepala Bidang Perpustakaan Tri Soedjito, mengungkapkan pada dasarnya minat baca masyarakat Situbondo cukup tinggi. Hal ini dibuktikan saat perpustakaan keliling menjangkau daerah pelosok. “Di desa-desa minim buku cerita anak yang berwarna. Sehingga saat kami datang ke sana, mereka langsung berebuatan untuk meminjam dan membaca buku bergambar tersebut,” jelasnya.Tri menuturkan sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku yang diadakan oleh komunitas baca tulis Situbondo itu. Pemerintah, khususnya Perpusda akan terus mendukung apapun yang dibutuhkan oleh pemuda terkait hal literasi. “Hal ini sebagai langkah awal untuk mendekatkan anak-anak pada budaya literasi. Dan untuk memperkenalkan sejarah Situbondo. Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan sejarah bangsanya,” pungkasnya.(ily)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar