Warga Nekat terjun ke Galian Untuk Menghadang Penanaman Kabel

PESANGGARAN-Kondisi sekitar lokasi penambangan emas PT BSI di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran semakin memanas. Warga yang menolak penanaman kabel PLN, semakin nekat kemarin (9/3).

Pemicunya kegiatan penggalian dan penanaman kabel yang sebelumnya disepakati untuk dihentikan sementara, ternyata masih diteruskan kemarin. Dan itu, memancing reaksi keras dari warga yang selama ini menolak penanaman kabel tersebut. Puluhan warga, nekat terjun ke galian yang akan dibuat untuk menanam kabel. “Kami hanya ingin penanaman kabel dihentikan,” cetus salah satu tokoh warga, Budi Pego.

Budi menyebut warga yang melakukan aksi dengan terjun ke dalam galian, itu akan dilanjutkan hingga mendapat kepastian dan jaminan keselamatan terkait kabel yang ditanam. “Warga sampai malam ini (tadi malam) masih tetap di lubang galian, ini dilakukan supaya kabel jangan sampai tertanam sebelum ada kesepakatan,” jelasnya.

Selain itu, terang dia, warga juga meminta adanya kesepakatan tertulis terkait keamanan kabel PLN yang ditanam tersebut. “Kita menuntut surat jaminan keselamatan warga jika nanti ada kecelakaan yang di sebabkan aliran listrik PLN ke BSI,” ucapnya.

Warga berkumpul di sekitar lokasi penanaman kabel, itu sejak pagi. Mereka bergerombol di sekitar galian dan mesin berat yang ada di pinggir jalan. Kemarahan warga mulai terlihat saat mesin berat itu terus menggali.

Sekitar pukul 16.00, warga sudah mulai tidak sabar setelah melihat ada kabel yang akan ditanam. Puluhan warga yang sebagian besar perempuan, langsung nekat turun ke galian untuk menghadang kabel tidak diturunkan. “Kita akan ada di galian sampai ada kepastian keamanan,” cetus Budi.(sli/abi)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar