Jaga Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

BANYUWANGI – Perubahan cuaca yang cukup ekstrim belakangan ini di Banyuwangi dirasakan memberikan dampak bagi bagi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dampak kesehatan. Pagi kadang cuaca panas, tetapi sore hingga malam hari turun hujan. Atau sebaliknya, sepanjang siang hujan, justru malam harinya cuaca cukup cerah.

Kondisi tersebut sedikit banyak berimbas terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Beberapa penyakit pun berpotensi menyerang, terutama saat cuaca sedang tidak menentu. Di antara penyakit yang berpotensi muncul tersebut seperti gangguan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, hingga demam.

Serangan gangguan kesehatan itu, menurut dr. Finda Ferdiana, sangat dimungkinkan. Perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini bisa berpotensi menganggu pernafasan. “Gejalanya bisa batuk, demam, hingga gejala lain seperti influenza,” beber dokter umum di RSUD Blambangan ini.

Disebutkan, batuk merupakan gejala awal gangguan dari pernafasan. Dalam beberapa kasus bisa disertai dengan bersin, sesak nafas, hingga demam. Kondisi itu bisa saja terjadi karena adanya media perkembangan penyakit karena adanya perantara bagi penyebaran virus maupun bakteri penyebab penyakit.

Mereka bisa ada di makanan atau pun minuman serta lingkungan yang ada di sekitar tempat tingal maupun aktivitas. Gangguan lain yang bisa muncul di antaranya masalah percernaan. Yang lazim saat musim tidak menentu seperti saat ini adalah kemunculan diare.

Penyakit ini sendiri menyebabkan tubuh kehilangan cairan yang bisa berakibat pada dehidrasi. Efeknya tubuh menjadi lemah dan lemas. Selain diare, potensi gangguan kesehatan lainnya adalah demam tifoid atau tipus. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada usus penderitanya. Sanitasi yang buruk membuat penyakit ini mudah berkembang.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar