Penderita DBD Menurun

BANYUWANGI – Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bayuwangi menurun. Pada Januari 2016 terjadi 49 kasus DBD. Sedangkan di bulan yang sama tahun 2017 hanya ada 14 kasus.

Total kasus DBD pada tahun 2016, ada 333 kasus. Sedangkan tahun 2017, hingga minggu kedua Februari, baru ada 17 kasus. Menurunnya jumlah penderita demam berdarah, diduga karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan dan beberapa inovasi dari setiap puskesmas yang ada Banyuwangi.

Ada beberapa inovasi dari setiap puskesmas. “Misalnya Puskesmas Kabat mengajak masyarakat kerja bakti via SMS, Puskesmas Bajulmati melakukan Gerakan Berantas Demam Berdarah (Gerbang Berdarah), dan masih banyak inovasi yang lain,” ujar Sudarto Setyo, Kasi Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Puskesmas Sobo misalnya, pada Januari lalu, mereka mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya virus DBD di lingkungannya, mereka berasal dari Kelurahan Tukang Kayu Banyuwangi. Setelah mendapat laporan itu, Puskesmas Sobo selanjutnya melakukan fogging, tentunya setelah mendapat persetujuan masyarakat setempat.

Dalam upaya pencegahan DBD, Pemkab Banyuwangi punya cara tersendiri. Rencananya nanti setiap keluarga, akan ada satu orang dalam keluarga itu yang akan ditunjuk untuk menjadi Juru pemantau Jentik (Jumantik). “Satu rumah, satu jumantik,” tegas Sudarto.

Hal serupa diungkapkan Elfrida Irmawati, bidang Kesehatan Lingkungan Puskesmas Sobo. Ia menambahkan bahwa saat ini di sekolah, sudah ada para siswa yang ditunjuk dokter kecil. Tugas mereka salah satunya adalah membersihkan genangan air untuk mencegah virus DBD

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar