BSTF Paparkan Rencana Pembangunan Taman Edukasi Penyu
BERITA TERKAIT

BANYUWANGI – Pengurus yayasan konservasi penyu Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) kemarin (17/2) datang mengunjungi Kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Mereka datang untuk memberikan rencanan terkait pengembangan tempat konservasi penyu yang akan dibangun menjadi semacam museum yang didusulkan bernama Taman Edukasi Penyu.
    Pengembangan itu sendiri dipaparkan oleh Penasehat BSTF, Tri Edi Kuriandewa dihadapan staf Redaksi, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi dan perwakilan BKSDA Wil V Jatim, Kuswaya. Dia menjelaskan jika salah satu dampak yang datang dari pengembangan Pantai Boom oleh PT PPI turut berimbas juga pada pengembangan tempat konservasi penyu milik BSTF yang ada di sana.
    BSTF pun berencana mengembangkan lokasi di atas tanah seluas 6000 meter persegi itu menjadi sebuah Taman Edukasi Penyu. konsep bangunan itu menurut alumni SMAK Hikmah Mandala tersebut mengacu kepada sebuah wahana rekreasi edukasi yang tak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga tempat mempelajari kehidupan penyu. Tri menambahkan jika di wilayah Indonesia sebuah pusat studi data dan informasi tentang penyu masih sangatlah terbatas.
    Karena itu dalam taman edukasi ini dirinya juga akan membuat sebuah pangkalan data mengenai penyu-penyu yang ada di sekitar Banyuwangi. “Kita akan bekerjasama dengan BKSDA dan Perguruan Tinggi untuk mengolah data penyu. terkait jenis-jenis mereka, pola migrasi dan perkembangbiakan mereka termasuk makanannya. Nanti datanya kita letakkan sebagai bagian dari Taman edukasi penyu,” terangnya.
    Dia juga menambahkan, Banyuwangi memiliki banyak modal untuk bisa mewujudkan sebuah Taman Edukasi yang berisi pusat informasi data yang lengkap tentang penyu. salah satunya tentang keberadaan empat jenis dari tujuh jenis penyu di dunia yang ada di Banyuwangi. Kemudian Banyuwangi khususnya Pantai Boom menjadi salah satu titik yang paling sering didarati penyu yang sedang bertelur. “Nanti tempat itu juga akan kita jadikan lokasi BSTF untuk mengedukasi para nelayan. Sehingga tak hanya dari kita saja yang akan menjaga penyu tapi juga nelayan,”lanjutnya.
    Terakhir, Tri menjelaskan jika tempat dengan konsep wisata edukasi masih belum ada di Banyuwangi. Hal itulah yang membuatnya optimis jika Taman Edukasi Penyu yang akan dibangun itu akan memiliki manfaat cukup luas baik bagi masyarakat maupun konservasi penyu. “Data informasi dan statistic tentang Penyu di wiayah selat bali ini masih kurang. Dengan keberadaan taman ini kita targetkan bisa memenuhi itu. Kita juga akan berikan wahana seperti patung penyu, gambar-gambar dan contoh telur penyu untuk masyarakat yang datang,” pungkasnya.(fre)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar