Stok Pisang Kalibaru Manis Menurun Drastis

KALIBARU - Curah hujan berpengaruh terhadap usaha penjualan pisang di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Saat ini stok pisang di daerah sentra perdagangan buah itu menipis.
Salah satu pedagang pisang, Nisaul Karimah, 35, asal Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, itu mengatakan biasanya setiap dua hari sekali bisa mengirim dua pikap pisang ke usaha pembuatan sale di Muncar. Tetapi, saat ini pengiriman tersendat karena barang tidak ada. “Sering hujan, pisang susah didapat,” katanya.
Dalam setiap pengiriman pisang ke Muncar, terang dia, dia biasanya mampu meraup pendapatan kotor Rp 2 juta. Bila dikirim ke Bali, bisa laku hingga Rp 5 juta. “Lebih mahal bila dijual ke Bali,” terangnya.
Pedagang pisang lain, Isyanto, 40, mengatakan saat musim hujan seperti sekarang ini sangat sulit mencari pisang. Pihaknya kesulitan mengambil pisang di perkebunan karena medan sulit. “Sebenarnya buah pisang tersedia cukup banyak. Jalan menuju kebun pisang itu yang tidak bisa dijangkau,” sebutnya.
Mengenai harga pisang di pasaran, salah satu pengepul pisang, Abdullah, 35, asal Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, ini menyampaikan paling mahal itu pisang jenis Ambon dengan harga Rp 50 ribu per tandan. Kemudian pisang kepok dan pisang hijau dengan harga Rp 30 ribu per tandan, dan pisang kasmaran dan barlin dengan harga Rp 5.000 per tandannya. “Paling mahal pisang ambon. Kalau barlin paling banyak stoknya,” katanya. (sli/c1/abi)

 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar