Produksi Ikan Air Tawar Capai 3.700 Ton

SEMPU - Program gerakan 10 ribu kolam ikan yang digagas Pemkab Banyuwangi tahun 2012 berhasil meningkatkan produksi budaya daya ikan tawar. Hingga tahun 2015 dari 13 ribu petak kolam mampu memproduksi 3.700 ton ikan.  

Perkembangan hasil budi daya ikan air tawar di Banyuwangi berkembang cukup signifikan. Pada 2011 jumlah produksi 2002 ton, tahun 2012 meningkat menjadi 2.452 ton. Pada tahun 2013 naik lagi menjadi 2.940 dan tahun 2014 mampu memproduksi 3.082 ton.

Gerakan 10 ribu kolam tersebut merupakan program yang mengajak masyarakat membuat kolam ikan dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumahnya. Tujuannya, selain untuk meningkatkan produksi perikanan, juga meningkatkan rata-rata konsumsi ikan. “ Dengan memanfaatkan pekarangan, masyarakat tidak perlu repot-repot membeli ikan segar di pasar atau di pelabuhan, jadi tinggal serok di kolam mereka sendiri sudah bisa menikmati ikan segar,” ujar Bupati Anas dalam acara panen perdana ikan kolam air tawar di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, kemarin (19/9)

Harga ikan air tawar tersebut per kilogram dijual Rp15 ribu. Jika nilai harga itu dikalikan jumlah produksi 3700 ton, maka penghasilan sektor perikanan kolam ikan air tawar per tahun mencapai 55 miliar. “ Jadi kalau dihitung dengan jumlah pembudi daya, penghasilan per orang bisa mencapai Rp 11 juta per bulan,” timpal Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, Pudjo Hartanto.

Saat ini di Banyuwangi ada lima ribu orang pembudi daya ikan air tawar. Jumlah kebutuhan ikan di Banyuwangi dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta 600 ribu jiwa mencapai 40 ribu ton dengan  asumsi konsumsi ikan 30 kilogram per kapita per tahun.

Untuk pemenuhan ikan di Banyuwangi saja, produksi ikan masih kurang sekitar 25 ribu ton ikan. “ Angka itu hanya untuk kolam ikan air tawar, masih belum termasuk ikan tangkapan nelayan,” jelasnya.

Khusus produksi ikan kolam air tawar di Kecamatan Sempu, saat ini terdapat 350 lokasi kolam, dengan jenis ikan yang dipelihara, yakni lele, nila, dan bawal. Dengan padat tebar 900 ekor per meter persegi. Hanya dengan waktu pemeliharaan maksimal empat bulan saja sudah mampu memproduksi 100 kg per ikan per meter persegi. “Selama empat bulan sudah bisa panen dengan produksi 10 ton ikan, yang dikirim ke Surabaya dan Bali. Hasil laba bersih mencapai Rp 30 juta,” sebutnya. (ddy/c1/afi)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar