Sekilo Kopi Luwak Liar Dihargai Rp 2 Juta

Banyuwangi dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Selain memiliki lahan kebun kopi yang luas, cita rasa kopi Banyuwangi memiliki karakter rasa dan aroma yang khas. Hal ini yang menyebabkan kopi Banyuwangi di kenal hingga ke mancanegara.

Salah satunya adalah kopi luwyak (luwak). Kopi yang dihasilkan dari kotoran binatang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) tersebut bisa didapatkan dari beberapa petani kopi luwak di Banyuwangi. Salah satunya di Dusun Krajan, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Harga Kopi luwak cukup fantastis. Yaitu kisaran Rp 2 juta per kilogramnya.

Imam Mukhilis, salah satu produsen kopi luwak asal Desa Telemung menjelaskan, pihaknya memulai produksi kopi luwak sejak Agustus 2012. Dia mendapatkan kopi luwak basah dari para pemetik di kebun kopi sekitar rumahnya. Bukan dari hasil penangkaran luwak.

"Di sini kopi luwaknya dari luwak liar, bukan penangkaran. Kebetulan di sekitar rumah memang dikelilingi kebun kopi rakyat. Karena itu harga kopi luwak cukup mahal," jelas pria kelahiran Sumenep tersebut.

Keluarga Imam sendiri memiliki hampir 2 hektare kebun kopi yang dikelola secara turun-temurun. Hampir 90 persen adalah tanaman kopi jenis robusta dan sisanya adalah arabica serta eselsa atau dikenal dengan nama lokal buria atau kopi nangka.

Awalnya, kopi yang dihasilkan oleh keluarganya disetor kepada pengepul. Sejak tahun 2012 Imam berinisiatif mengelola sendiri kopinya dan menjualnya secara online. Musim panen biasanya masuk mulai bulan Agustus sampai Desember dengan lima kali petik. Saat itulah para petani kopi banyak menemukan kopi luwak dalam kondisi masih basah.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar